Senin, 17 April 2017




Nama : Sonny ANggara
NPM : 17116129
kls : 1 KA 29
DOsen ; Junaedi Abdillah
 
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
 




Daftar Isi

-  BAB II Manusia dan Kebudayaan
       
Pendahuluan.

2.1 Definisi Manusia.

        2.1.1 Unsur – Unsur yang membangun manusia

2.2 Hakekat Manusia

     2.2.1 Definisi dari Hakekat manusia

        2.2.2 Membedakan manusia dengan makhluk lain

3 Kepribadian Bangsa Timur

        2.3.1 Diagram Psiko-sosiogram manusia

2.4 Pengertian Kebudyaan

        2.4.1 Definisi Kebudayaan  

        2.4.2 Tokoh – tokoh kebudayaan

2.5 Unsur-Unsur dari kebudayaan

        2.5.1 7 Unsur kebudayaan secara universal

        2.5.2 Perbedaan Kebudayan dalam dua bentuk wujud

2.6 Wujud dari kebudayaan

2.7 Orientasi nilai dan budaya

2.8 Perubahan Kebudayaan

       2.8.1 penyebab terjadinya gerakan perubahan budaya

2.9 Kaitan manusia dengan kebudayaan

     2.9.1 Hubungan manusia dengan kebudayaan

        2.9.2 Contoh hubungan manusia dengan kebudayaan

        2.9.3 Pengertian dialektis

        2.9.4 3 tahapan Proses dialektis

Kesimpulan dan Penutup

Daftar Pustaka



                Pendahuluan
LAtar belakang
Manusia adalah makhul yang paling di ciptakan semourna oleh Tuhan YME.Manusia dapat melakukan hal hal yang diinginkan ,Manusia lekat dengan kebudayaan dimana kebuyaanya tersebut mengikuti  tempat asal dia dilahirkan,Manusia memiliki pikiran yang selalu berkembang sehingga kebudayaan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan manusia


2.1. Definisi Manusia
menurut para ahli ternama tentang manusia namun pengertiannya definisi manusia itu sendiri bisa pahami secara bahasa bahwa manusia berasal darikata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).  Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
Manusia juga dapat diartikan berbeda-beda baik menurut sudut pandang biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsepjiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan. 
2.1.1          . Unsur-Unsur yang membangun manusia
1.       Manusia yang terdiri dari 4 unsur yang saling terkait, yaitu Jasad (badan kasar manusia yang Nampak luarnya , dapat diraba dan difoto dan menempai ruang dan waktu. Hayat (mengandung unsure hidup yang ditandai dengan gerak), Ruh (daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran), dan Nafas (kesadaran tentang diri sendiri).

2.       Manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung

3     unsur ,yaitu : Ide (merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak), Ego (bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari ide), dan Superego (struktur kepribadian yang paling akhir muncul kira-kira pada usia 5 tahun yang terbantuk dari lingkungan ektstenal).



2.2.         Hakekat manusia
sifat hakikat manusia menjadi bidang kajian filsafat, khususnya filsafat antropologi. Hal ini menjadi keharusan oleh karena pendidikan bukanlah sekedar soal praktek melainkan praktek yang berlandaskan dan bertujuan. Sedangkan landasan dan tujuan pendidikan itu sendiri sifatnya filosofis

2.2.1 .Definisi Hakekat Manusia
1. Manusia sebagai makhluk sosial Manusia adalah makhluk sosial, artinya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Setiap manusia memerlukan orang lain untuk hidup bersama dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada perkembangan seperti zaman modern sekarang, manusia tidak hanya membutuhkan orang lain, tetapi juga membutuhkan sarana dan prasarana pendukung seperti lembaga-lembaga masyarakat ataupun Negara.

2. Manusia sebagai makhluk individu, artinya mereka berusaha untuk selalu menghasilkan sesuatu untuk dijadikan kepentingan, kebutuhan, dan potensi pribadi yang dimilikinya. Hal tersebut akan terus berkembang dan selalu mengikuti perkembangan hidup manusia itu sendiri yang dialaminya dan perkembangan yang ada pada dirinya.

.
2.2.2 Membedakan manusia dengan mahluk lain
Manusia dibedakan dengan makhluk lainnya karena manusia dilengkapi oleh  akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Dengan akal, manusia dapat  menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan perasaan manusia mampu menciptakan kesenian, dan dengan kehendak dari setiap diri manusia mampu menciptakan perilaku tentang kebaikan menurut moral

2.3 Kepribadian bangsa timur
          Bangsa timur identik dengan benua asia yang penduduknya sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo matang dan adapula yang berkulit putih, bermata sipit. Sebagian besar cara berpakaian orang timur lebih sopan dan tertutup mungkin karena orang timur kebanyakan memeluk agama islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku. Namun di zaman yang sekarang ini orang timur kebanyakan meniru kebiasaan orang barat.Kebiasaan orang barat yang tidak sesuai atau bertentangan dengan kebiasaan orang timur dapat memengaruhi kejiwaan orang timur itu sendiri. Kita tidak bisa selalu mengatakan budaya timur itu lebih baik daripada budaya barat. Indonesia memiliki beragam budaya, suku dan adat istiadat. Indonesia termasuk dalam bagian negara-negara yang ada dalam posisi benua asia memiliki adat yang disebut adat ketimuran. Indonesia yang tergabung dari berbagai suku dan terkenal dengan keramahtamahan masyarakatnya dan tingginya rasa saling menghormati antar sesama.Indonesia sangat berbeda dengan negara-negara barat, karena pandangan hidup dan kebiasaan masyarakatnya yang berbeda.Dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia yang memiliki adat ketimuran, rasa toleransi, ramah, sopan santun, saling menghargai dan gotong royong selalu menjadi dasar hidup masyarakat Indonesia.
2.3.1 Bagan dari psiko-sosiogram manusia Ket :

1.       7. Taksadar (Konsep Freud)
2.       6. Subsadar (Konsep Freud)
3.       5. Kesadaran yang tak dinyatakan
4.       Kesaadaran yang dinyatakan (Konsep manusia berjiwa selaras)
5.       Lingkungan hubungan karib (Konsep manusia berjiwa selaras)
6.       Lingkunga hubungan berguna
7.       Lingkungan hubungan jauh
8.       Dunia luar


2.4 Pengertian kebudayaan

Kata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa Sansekerta yang berarti akal, kemudian menjadi kata budhi (tunggal) atau budhaya (majemuk), sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsure jasmani sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia. Kebudayaan = cultuur (bahasa belanda) = culture (bahasa inggris )= tsaqafah (bahasa arab), berasal dari perkataan latin : “colere” yang artinya mengolah, mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan, terutama mengolah tanah atau bertani.

Dari segi arti ini berkembanglah arti culture sebagai “segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam”.
  Dalam disiplin ilmu antropologi budaya, kebudayaan dan budaya itu diartikan sama (Koentjaraningrat, 1980:195). Namun dalam IBD dibedakan antara budaya dan kebudayaan, karena IBD berbicara tentang dunia idea tau nilai, bukan hasil fisiknya. Secara sederhana pengertian kebudayaan dan budaya dalam IBD mengacu pada pengertian sebagai berikut :

 1. Kebudayaan dalam arti luas, adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

2. Kebudayaan dalam arti sempit dapat disebut dengan istilah budaya atau sering disebut kultur yang mengandung pengertian keseluruhan sistem gagasan dan tindakan.

2.4.2 Tokoh – tokoh kebudayaan

1.      Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski
2.      E.B.Tylor
3.      Selo Sumarjan & Soelaeman Soemardi
4.      Sutan Takdir Alisyahbana
5.      Koentjaraningrat


2.5           Unsur – unsur dari kebudayaan

2.5.1  Ada Tujuh unsur kebudayaan universal :
1. Sistem Religi (Sistem Kepercayaan)
2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan
3. Sistem Pengetahuan
4. Sistem mata Pencaharian Hidup dan Sistem-sistem ekonomi
5. Sistem Teknologi dan Peralatan
6. Bahasa
7. Kesenian

2.5.2    Perbedaan kebudayaan dalam bentuk 2 wujud
-          Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya.

-          Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.




           2.6   Wujud  dari kebudayaan

Wujud kebudayaan dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu:
-          Wujud Gagasan Budaya dalam wujud gagasan/ide ini bersifat abstrak dan tempatnya ada dalam alam pikiran tiap warga pendukung budaya yang bersangkutan sehingga tidak dapat diraba atau difoto
-          Wujud benda hasil budaya Semua benda hasil karya manusia tersebut bersifat konkrit, dapat diraba dan difoto. Kebudayaan dalam wujud konkrit ini disebut kebudayaan fisik
-          Wujud perilaku Budaya dalam wujud perilaku berpola menurut ide/gagasan yang ada. Wujud perilaku ini bersifat konkrit dapat dilihat dan didokumentasikan (difoto dan difilm).


2.7  Orientasi Nilai dan budaya
Lima Masalah Dasar Dalam Hidup yang Menentukan Orientasi Nilai Budaya Manusia ( kerangka Kluckhohn ) :
1.      Hakekat Karya Karya itu untuk menafkahi hidup Karya itu untuk kehormatan.
2.      Persepsi Manusia Tentang Waktu Berorientasi hanya kepada masa kini. Apa yang dilakukannya hanya untuk hari ini dan esok.

3.      Tetapi orientasi ini bagus karena seseorang yang berorientasi kepada masa kini pasti akan bekerja semaksimal mungkin untuk hari-harinya. Orientasi masa lalu. Masa lalu memang bagus untuk diorientasikan untuk menjadi sebuah evolusi diri mengenai apa yang sepatutnya dilakukan dan yang tidak dilakukan. Orientasi masa depan. Manusia yang futuristik pasti lebih maju dibandingkan dengan lainnya, pikirannya terbentang jauh kedepan dan mempunyai pemikiran nyang lebih matang mengenai langkah-langkah yang harus di lakukann nya.

4.      Pandangan Terhadap Alam Manusia tunduk kepada alam yang dashyat. •Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam. Manusia berusaha menguasai alam.

5.      Hubungan Manusia Dengan Manusia Orientasi kolateral (horizontal), rasa ketergantungan kepada sesamanya, barjiwa gotong royong. Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh yang mempunyai otoriter untuk memerintah dan memimpin. Individualisme, menilai tinggi uaha atas kekuatan sendiri.        

2.8 perubahan kebudayaan

Perubahan (dinamika) kebudayaan adalah perubahan yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda, sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi bagi kehidupan.
            faktor-faktor internal penyebab perubahan kebudayaan, antara lain sebagai berikut.:
1.      Adanya individu yang menyimpang dari sistem nilai yangberlaku.
2.      Adanya penemuan baru yang diterima oleh masyarakat.
3.      Adanya perubahan dalam jumlah dan kondisi penduduk. Faktor-faktor eksternal penyebab perubahan kebudayaan, antara lain sebagai berikut.
4.      Adanya bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, dan lainlain.
5.      Timbulnya peperangan.
6.      Kontak dengan masyarakat lain.


       
2.8.2  Penyebab terjadinya perubahan budaya

          Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
    Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain cenderung untuk berubah lebih cepat.

2.9  Kaitan manusia dengan kebudayaan

2.9.1 Hubungan manusia dan kebudayaan
                                         
Manusia dan kebudayaan sangat erat terkait satu sama lain. Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari-hari dan juga dari kejadian-kejadian yang sudah diatur oleh Sang Pencipta.
Budaya tercipta/terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini.  Di samping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku.Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan.

2.9.2    Contoh-Contoh Hubungan Antara Manusia dengan Kebudayaan
1.       Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
2.       Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life)
3.       Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial
4.       Kebudayaan khusus atas dasar agama
5.       Kebudayaan berdasarkan profesi



2.9.3     Pengertian dialektis              
               Kebudayaan adalah produk manusia, namum manusia sendiri sangat tergantung pada   yaannya. Itulah dialektika fundamental yang mendasari seluruh proses hidup manusia.

2.9.4          tahapan Proses dialektis
1.       Eksternalisasi
Adalah proses pencurahan diri manusia secara terus-menerus kedalam dunia melalui aktivitas fisik dan mentalnya.
2.       Tahap Objektivasi
Adalah konsekuensi logis dari tahap eksternalisasi. Artinya, jika dalam tahap eksternalisasi manusia sibuk melakukan kegiatan fisik dan mentalnya, maka dalam tahap objektivasi, kegiatan tersebut sudah menghasilkan produk-produk tertentu, misalnya; gedung, mobil, komputer, buku-buku ilmiah, dsb.
3.       Tahap Internalisasi
Adalah tahap dimana realitas objektif hasil ciptaan manusia itu kembali diserap oleh manusia. Dengan kata lain, struktur dunia objektif hasil karyanya ditransformasikan kembali ke dalam struktur kesadaran subjektifnya.



KESIMPULAN dan Kata Penutup
           

                        Manusia dilahirkan sejak jaman dahulu sudah melakat kepada budaya,BUdaya dicipatakan oleh manusia sebagai salah satu lambang pengakuan bahwa  budaya tersebut adalah sebuah hal penting yang menjadi pemersatu antara suku,ras,dan berbagaimacam perbedaan
                        Terima kasih telah membaca cartikel ini,Semoga dapa bermanaat bagi kita semua.JIka ada salah kata mohon dimaafkan. Terimakasih




DAFTAR PUSTAKA
Source:
http://jerri-4rt.blogspot.co.id/2017/04/manusia-dan-kebudayaan.html        
http://gelasdingin.blogspot.co.id/2017/04/manusia-dan-kebudayaan.html

Minggu, 19 Maret 2017

Nama : Sonny Anggara
KLS   : 1 Ka 29
npm   : 17116126
Nama Dosen : Junaedi Abdillah










Daftar Isi

Pendahuluan                          
1.1          IBD sebagai bagian dari MKDU :
-      Menjelaskan pengertian MKDU .................................................................
-      Menyebutkan Tujuan dari MKDU ..............................................................


1.2         Pengertian ilmu Budaya Dasar :
-      Menjelaskan pengertian llmu Budaya Dasar ..........................................
-      Membedakan IBD dengan Pengetahuan Budaya ...................................
-      Menyebutkan 3 Kelompok besar dalam ilmu dan pengetahuan ..........


1.3         Tujuan Ilmu Budaya Dasar :
-      Menjelaskan masalah budaya dengan benar ........................................
-      Menjelaskan masalah kemanusiaan dengan jelas ...............................
-      Menyebutkan tujuan ilmu Budaya Dasar .............................................



1.4         Ruang lingkup Ilmu Budaya Dasar
-      Menyebutkan 2 Masalah Pokok dalam ilmu Budaya Dasar ..............
-      Menyebutkan 8 Pokok bahasan IBD dengan Benar ..........................




Pendahuluan

                              Ilmu Budaya Dasar adalah suatu materi yang dijadikan mata kuliah di universitas dan di pelajari oleh mahasiswa sebagai materi softskill. Mata kuliah ini membahas tentang kegiatan kita sehari-hari tentang nilai-nilai Kebudayaan,yang dimana semakin berkurangnya nilai kebudayan disekitar masyarakat.
                              Diharapkan mahasiswa dapat memiliki latar belakang kebudayaan yang dapat menambah ilmu pengetahuan tentang budaya serta dapat menanamkan minat,kebiasaan,kesadaran,dan keberanian moral .


1.1  Ilmu Budaya Dasar Sebagai MKDU

Ilmu Budaya Dasar merupakan salah satu komponen dari sejumlah mata kuliah dasar umum (MKDU) yang merupakan mata kuliah wajib di semua perguruan tinggi.
Secara khusus MKDU benujuan untuk menghasilkan warga negara sarjana yang berkualifikasi sebagi berikut :
1.     Berjiwa Pamasila sehingga segala keputusan sena tindakannya mencemıinkan pengamalan nilai-nilai parıcasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
2.   Takwa tethadap Tuhan Yang Maha Esa, beısikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agaınanya, dan memiliki tenggang rasa tethadap pemeluk agama lain.
3.  Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi pennasalahan kehidupan baik sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun penahanan keamanan.
4.     Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan beımasyarakat dan secara beısama-sama maınpu berperan serta meningkatkan kualitasnya, maupun lingkungan alamiah dan secara bersama-sama berperan sena didalam pelestariannya.

1.2 Pengertian Ilmu Budaya dasar

istilah Ilmu  Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities”. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bias diartikan manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar supaya manusia bisa menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.

Ada 3 kelompok besar dalam ilmu penge tahuan yaitu:
-Ilmu Alamiah
-Ilmu Sosial
-Pengetahuan Budaya


1.3. Tujuan Ilmu Budaya Dasar

Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut Hmu Budaya Dasar diharapkan dapat :

-           Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa temadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.

-           Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka temadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.

-           Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi kartna ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang luas. kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu yang ketat.

-           Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memilki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancar dalam berkomunikasi.
1.4 Ruang Lingkup ilmu Budaya Dasar
                
      Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah ditentukan diatas, dua pokok bisa dipakai sebagi bahan penimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah nmu Budaya Dasar. Kedua masalah pokok itu ialah :

1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya ( The Humanities ), baik dari segi masing-masing keahlian ( disiplin ) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.

2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Dalarn melihat dan menghadapi lingkungan alam, sosial dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan, akan tetapi juga ketidak sengaman yang diungkapkan secara tidak seragam, sebagaimana yang terlihat ekspresinya dalam berbagai bentuk dan corak ungkapan, pikiran, dan perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.
       
Memiliki kedua masalah pokok yang bisa dikaji dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tersebut di atas, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak sebagi subyek akan tetapi sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama manusia, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan manusia dengan Tuhan menjadi teman sentral dalam Ilmu Budaya Dasar.

Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah:
        Manusia dan cinta kasih.
        Manusia dan keindahan.
        Manusia dan penderitaan.
        Manusia dan keadilan.
        Manusia dan pandangan hidup.
        Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian.  
  Manusia dan kegelisahan.  
         Manusia dan harapan.

Kedelapan pokok bahasan itu tennasuk dalam karya-karya yang tercangkup dalam
pengetahuan budaya. Perwujudan mengenai cinta, misalnya, terdapat dalam karya sastra, tarian, musik, filsafat, lukisan, patung dan sebagainya.

Masing-masing pokok bahasan dapat didekati dengan baik menggunakan cabang-cabang pengetahuan budaya secara sendiri-sendiri maupun secara gabungan cabang-cabang tersebut.Pokok bahasan manusia dan cinta kasih misalnya, dapat didekati dengan menggunakan karya seni sastra, atau filsafat atau seni tari dan sebaginya. Disamping itu pokok bahasan manusia dan cinta kasih juga dapat didekati dengan menggunakan gabungan karya seni sastra, karya seni tari, atau filsafat dan sebagainya.


Penutup

                 Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa manusia adalah makhluk ciptahan tuhan yang memiliki jiwa social dan kebudayaan diciptakan untuk memberikan suatu keindahan dan keberagaman untuk mencapai kesatuan serta genesari sekarang dapat melihat  atas keberagaman dari ilmu-ilmu budaya yang dapat di praktekan di lingkungan sekitar




Daftar pustaka

-          Nugroho, Widyo dan Muchji, Achamad. (1991). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Univesitas Gunadarma